Jumat, 08 November 2013

Pemuda Dan Sosialisasi


Pemuda/Remaja

“Banyak pengertian yang menyangkut tentang arti dari remaja ataupun pemuda yang dikemukakan oleh para ahli. “Remaja atau pemuda berasal dari kata latin adolensence yang berarti tumbuh atau tumbuh menjadi dewasa yang mengalami perkembangan semua aspek/ fungsi untuk memasuki masa dewasa. Jika diartikan dengan luas dapat mencakup kematangan mental, emosional sosial dan fisik. Masa sesorang dapat dikatakan sebagai remaja atau pemuda adalah antara umur 12 tahun sampai 21 tahun bagi wanita, dan bagi pria antara 13 tahun sampai 22 tahun. Rentang waktu usia remaja ini biasanya dibedakan atas, masa pra-remaja 10 – 12 tahun, 12 – 15 tahun = masa remaja awal, 15 – 18 tahun = masa remaja pertengahan, dan 18 – 22 tahun = masa remaja akhir. Tetapi Monks, Knoers, dan Haditono membedakan masa remaja menjadi empat bagian, yaitu, masa remaja awal 12 – 15 tahun, masa remaja pertengahan 15 – 18 tahun, dan masa remaja akhir 18 – 21 tahun (Deswita, 2006:  192)”1

Pemuda juga dapat dikatakan sebagai sekolompok orang yang mempunyai semangat yang besar dan menggebu-gebu yang biasanya masih dalam tahap pencarian jati diri. Yang masih memerlukan pembinaan dan pengembangan kearah yang lebih baik. Pemuda juga merupakan generasi penerus bangsa, karena pemuda yang dapat menentukan kehidupan maju atau tidaknya bangsa kelak nanti.


Sosialisasi

“Sosialisasi adalah sebuah proses penanaman atau transfer kebiasaan atau nilai dan aturan dari satu generasi ke generasi lainnya dalam sebuah kelompok atau masyarakat. Sejumlah sosiolog menyebut sosialisasi sebagai teori mengenai peranan (role theory). Karena dalam proses sosialisasi diajarkan peran-peran yang harus dijalankan oleh individu. Sosialisasi dibagi menjadi dua: sosialisasi primer (dalam keluarga) dan sosialisasi sekunder (dalam masyarakat.
  •  Sosialisasi Primer: Sosialisasi primer berlangsung saat anak berusia 1-5 tahun atau saat anak belum masuk ke sekolah. Anak mulai mengenal anggota keluarga dan lingkungan keluarga. Secara bertahap dia mulai mampu membedakan dirinya dengan orang lain di sekitar keluarganya.
  •  Sosialisas Sekunder: Sosialisasi sekunder adalah suatu proses sosialisasi lanjutan setelah sosialisasi primer yang memperkenalkan individu ke dalam kelompok tertentu dalam masyarakat. Bentuk-bentuknya adalah resosialisasi dan desosialisasi. Dalam proses resosialisasi, seseorang diberi suatu identitas diri yang baru. Sedangkan dalam proses desosialisasi, seseorang mengalami 'pencabutan' identitas diri yang lama”2

Proses sosialisasi bagi setiap orang adalah hal yang sangat penting dan mendasar dalam membina dan menjalin kehidupan dan dalam bergaul. Khususnya bagi setiap pemuda yang baru beranjak menjadi dewasa. Karena sosialisasi adalah hal yang dapat menentukan akan kemana seseorang melangkah, baik tidaknya seorang pemuda berasal dari kelompok sosialnya atau sosialisasinya. Jika seorang pemuda terbiasa berada di lingkungan sosial yang baik dan benar, maka pemuda itu akan mengikuti perilaku dan keseharian teman-teman dalam lingkungannya. Begitu pula dengan sebaliknya. Generasi muda saat ini bisa dibilang generasi yang beruntung, karena bisa memilih apa yang mereka inginkan dan berusaha untuk mendapatkan apa yang mereka mau. Berbeda dengan generasi muda di zaman dahulu, dimana cara mewujudkannya lebih terbatas. 


Permasalahan yang terjadi pada Generasi muda

Banyak aspek yang dapat dalam generasi muda, beberapa aspek itu dibagi menjadi:
·         Aspek sosial budaya
·         Aspek sosial politik
·         Aspek sosial ekonomi
·         Aspek sosial psikologis


Beberapa hal-hal yang menyebabkan aspek-aspek tersebut menjadi mengarah ke hal yang tidak baik adalah penyimpangan-penyimpangan yang dilakukan dan dibuat oleh para pemudanya itu sendiri.  Seperti:
  • Adanya pergaulan bebas dikalangan pemuda yang menyebabkan banyaknya para remaja atau generasi muda menjadi perilaku yang cenderung mengarah ke hal yang tidak baik dan tidak menyenangkan. Hal itu pula yang menyebabkan sosialisasi pemuda kurang terjalin dengan baik dan menyebabkan tidak berjalan dengan semestinya seperti pemuda pada umumnya yang berkualitas.

  • Kurangnya perhatian dari keluarga merupakan salah satu yang dapat menyebabkan penyimpangan dan permasalahan dikalangan pemuda saat ini. Peran keluarga merupakan hal yang sangat penting dan mendasar untuk membuat pemuda-pemuda sekarang lebih mengetahui dirinya dan menemukan jati diri. Peran keluargalah yang dapat membuat pemuda tersebut dapat menentukan hal mana yang lebih baik dalam bersosialisasi sejak dini dan mana yang tidak layak untuk dilakukan. Semua berawal dari peran keluarga itu sendiri.

Pemuda merupakan bagian dari masyarakat yang terkait. Seperti hakikatnya setiap orang merupakan makhluk sosial yang tidak dapat hidup sendiri atau personal. Maka sosialisasi diantaranya merupakan hal yang sangat penting dalam kehidupan. Untuk menyesuaikan diri aspek-aspek yang telah disebutkan sebelumnya merupakan langkah penting dalam melakukan sosialisasi yang mengarah ke hal-hal lebih baik dan benar.


                                        Sumber : 1. http://belajarpsikologi.com/pengertian-remaja/


Tidak ada komentar:

Posting Komentar