Pemuda/Remaja
“Banyak
pengertian yang menyangkut tentang arti dari remaja ataupun pemuda yang
dikemukakan oleh para ahli. “Remaja atau pemuda berasal dari kata latin adolensence yang
berarti tumbuh atau tumbuh menjadi dewasa yang mengalami perkembangan semua
aspek/ fungsi untuk memasuki masa dewasa. Jika diartikan dengan luas dapat
mencakup kematangan mental, emosional sosial dan fisik. Masa sesorang dapat
dikatakan sebagai remaja atau pemuda adalah antara umur 12 tahun sampai 21
tahun bagi wanita, dan bagi pria antara 13 tahun sampai 22 tahun. Rentang waktu
usia remaja ini biasanya dibedakan atas, masa pra-remaja 10 – 12 tahun, 12 – 15
tahun = masa remaja awal, 15 – 18 tahun = masa remaja pertengahan, dan 18 – 22
tahun = masa remaja akhir. Tetapi Monks, Knoers, dan Haditono membedakan masa
remaja menjadi empat bagian, yaitu, masa remaja awal 12 – 15 tahun, masa remaja
pertengahan 15 – 18 tahun, dan masa remaja akhir 18 – 21 tahun (Deswita,
2006: 192)”1
Pemuda
juga dapat dikatakan sebagai sekolompok orang yang mempunyai semangat
yang besar dan menggebu-gebu yang biasanya masih dalam tahap pencarian jati
diri. Yang masih memerlukan pembinaan dan pengembangan kearah yang lebih baik.
Pemuda juga merupakan generasi penerus bangsa, karena pemuda yang dapat
menentukan kehidupan maju atau tidaknya bangsa kelak nanti.
Sosialisasi
“Sosialisasi
adalah sebuah proses penanaman atau transfer kebiasaan atau nilai dan aturan dari satu generasi ke generasi lainnya
dalam sebuah kelompok atau masyarakat. Sejumlah sosiolog menyebut sosialisasi
sebagai teori mengenai peranan (role theory). Karena dalam proses
sosialisasi diajarkan peran-peran yang harus dijalankan oleh individu.
Sosialisasi dibagi menjadi dua: sosialisasi primer (dalam keluarga) dan
sosialisasi sekunder (dalam masyarakat.
- Sosialisasi Primer: Sosialisasi primer berlangsung saat anak berusia 1-5 tahun atau saat anak belum masuk ke sekolah. Anak mulai mengenal anggota keluarga dan lingkungan keluarga. Secara bertahap dia mulai mampu membedakan dirinya dengan orang lain di sekitar keluarganya.
- Sosialisas Sekunder: Sosialisasi sekunder adalah suatu proses sosialisasi lanjutan setelah sosialisasi primer yang memperkenalkan individu ke dalam kelompok tertentu dalam masyarakat. Bentuk-bentuknya adalah resosialisasi dan desosialisasi. Dalam proses resosialisasi, seseorang diberi suatu identitas diri yang baru. Sedangkan dalam proses desosialisasi, seseorang mengalami 'pencabutan' identitas diri yang lama”2
Proses
sosialisasi bagi setiap orang adalah hal yang sangat penting dan mendasar dalam
membina dan menjalin kehidupan dan dalam bergaul. Khususnya bagi setiap pemuda
yang baru beranjak menjadi dewasa. Karena sosialisasi adalah hal yang dapat
menentukan akan kemana seseorang melangkah, baik tidaknya seorang pemuda
berasal dari kelompok sosialnya atau sosialisasinya. Jika seorang pemuda
terbiasa berada di lingkungan sosial yang baik dan benar, maka pemuda itu akan
mengikuti perilaku dan keseharian teman-teman dalam lingkungannya. Begitu pula
dengan sebaliknya. Generasi muda saat ini bisa dibilang generasi yang
beruntung, karena bisa memilih apa yang mereka inginkan dan berusaha untuk
mendapatkan apa yang mereka mau. Berbeda dengan generasi muda di zaman dahulu,
dimana cara mewujudkannya lebih terbatas.
Permasalahan yang
terjadi pada Generasi muda
Banyak
aspek yang dapat dalam generasi muda, beberapa aspek itu dibagi menjadi:
·
Aspek
sosial budaya
·
Aspek
sosial politik
·
Aspek
sosial ekonomi
·
Aspek
sosial psikologis
Beberapa
hal-hal yang menyebabkan aspek-aspek tersebut menjadi mengarah ke hal yang
tidak baik adalah penyimpangan-penyimpangan yang dilakukan dan dibuat oleh para
pemudanya itu sendiri. Seperti:
- Adanya pergaulan bebas dikalangan pemuda yang menyebabkan banyaknya para remaja atau generasi muda menjadi perilaku yang cenderung mengarah ke hal yang tidak baik dan tidak menyenangkan. Hal itu pula yang menyebabkan sosialisasi pemuda kurang terjalin dengan baik dan menyebabkan tidak berjalan dengan semestinya seperti pemuda pada umumnya yang berkualitas.
- Kurangnya perhatian dari keluarga merupakan salah satu yang dapat menyebabkan penyimpangan dan permasalahan dikalangan pemuda saat ini. Peran keluarga merupakan hal yang sangat penting dan mendasar untuk membuat pemuda-pemuda sekarang lebih mengetahui dirinya dan menemukan jati diri. Peran keluargalah yang dapat membuat pemuda tersebut dapat menentukan hal mana yang lebih baik dalam bersosialisasi sejak dini dan mana yang tidak layak untuk dilakukan. Semua berawal dari peran keluarga itu sendiri.
Pemuda
merupakan bagian dari masyarakat yang terkait. Seperti hakikatnya setiap orang
merupakan makhluk sosial yang tidak dapat hidup sendiri atau personal. Maka
sosialisasi diantaranya merupakan hal yang sangat penting dalam kehidupan.
Untuk menyesuaikan diri aspek-aspek yang telah disebutkan sebelumnya merupakan
langkah penting dalam melakukan sosialisasi yang mengarah ke hal-hal lebih baik
dan benar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar