Sabtu, 05 Oktober 2013

ISD Tentang Permasalahan Di Masyarakat


 Permasalahan Di Masyarakat


“Menurut Soerjono Soekanto masalah sosial adalah suatu ketidaksesuaian antara unsur-unsur kebudayaan atau masyarakat, yang membahayakan kehidupan kelompok sosial. Jika terjadi bentrokan antara unsur-unsur yang ada dapat menimbulkan gangguan hubungan sosial seperti kegoyahan dalam kehidupan kelompok atau masyarakat.

Masalah sosial muncul akibat terjadinya perbedaan yang mencolok antara nilai dalam masyarakat dengan realita yang ada. Adanya masalah sosial dalam masyarakat sebenarnya adalah tanggung jawab sebuah lembaga yang memiliki kewenangan khusus seperti tokoh masyarakat, pemerintah, organisasi sosial, musyawarah masyarakat, dan lain sebagainya.

Masalah sosial dikategorikan menjadi 4 jenis faktor, yaitu:

1. Faktor Ekonomi : Kemiskinan, pengangguran, dll.

2. Faktor Budaya   : Perceraian, kenakalan remaja, dll.

3. Faktor Biologis  : Penyakit menular, keracunan makanan, dsb.

4. Faktor Psikologis”1                                                                    


Banyak masalah sosial yang terjadi di masyarakat, salah satu contohnya adalah masalah pergaulan remaja yang sudah condong dalam pergaulan negatif. Seperti halnya penggunaan narkoba.

“Narkoba adalah singkatan dari narkotika dan obat/bahan berbahaya. Narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman, baik sintetis maupun semi sintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa nyeri dan dapat menimbulkan ketergantungan.”2

Hingga kini penyebaran narkoba sudah hampir tak bisa dicegah. Mengingat hampir seluruh penduduk dunia dapat dengan mudah mendapat narkoba dari oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab, hal ini bisa membuat para orang tua, ormas,pemerintah khawatir akan penyebaran narkoba yang begitu meraja rela. Upaya pemberantas narkoba pun sudah sering dilakukan namun masih sedikit kemungkinan untuk menghindarkan narkoba dari kalangan remaja maupun dewasa, bahkan anak-anak usia SD dan SMP. Maka dari itu ini salah satu yang menjadi alasan bagi kita untuk khawatir karena mengancam masa depan generasi muda . Karena efek yang ditimbulkan oleh narkoba sangat banyak dan begitu besar, seperti:

  • Halusinogen, yaitu efek dari narkoba yang dapat mengakibatkan seseorang        menjadi ber-halusinasi,

  • Stimulan, yaitu efek dari narkoba yang dapat mengakibatkan kerja organ tubuh seperti jantung dan otak lebih cepat dari biasanya,

  • Depresan, yaitu efek dari narkoba yang dapat menekan sistem syaraf pusat dan mengurangi aktivitas fungsional tubuh dan membuat pemakai akan merasa lebih tenang,

  • Adiktif, yaitu efek dari narkoba yang dapat menimbulkan kecanduan.

Jika terlalu lama dan sudah ketergantungan narkoba membuat organ dalam tubuh akan rusak dan jika sudah melebihi takaran maka pengguna itu akan overdosis dan akhirnya mengakibatkan kematian.

“Berdasarkan data Badan Narkotika Nasional (BNN), kasus pemakaian narkoba oleh pelaku dengan tingkat pendidikan SD hingga tahun 2007 berjumlah 12.305. Data ini begitu mengkhawatirkan karena seiring dengan meningkatnya kasus narkoba (khususnya di kalangan usia muda dan anak-anak, penyebaran HIV/AIDS semakin meningkat dan mengancam. Penyebaran narkoba menjadi makin mudah karena anak SD juga sudah mulai mencoba-coba mengisap rokok. Tidak jarang para pengedar narkoba menyusup zat-zat adiktif (zat yang menimbulkan efek kecanduan) ke dalam lintingan tembakaunya. Dapat juga dikatakan bahwa Indonesia adalah Negara pengedar Narkoba terbesar .”3


Dalam hal ini lingkungan keluarga atau orang tua, merupakan salah satu tempat yang efektif untuk menghalau remaja menggunakan narkoba. Hal ini karena orang tua merupakan sekolah pertama anak sebelum terjun ke masyarakat.

 Dengan cara memberikan perhatian lebih kepada anak, orang tua juga tak selayaknya membuat jarak dengan anaknya. Ciptakan hubungan harmonis dalam keluarga. Setidaknya jelaskan kepada mereka akan bahaya narkoba dan efek yang ditimbulkan cepat atau lambat. Jadikan keluarga sebagai tempat ternyaman dalam berbagi masalah. Selain itu orangtua juga harus lebih dulu memberi teladan dan contoh untuk tidak mengenal bahkan menggunakan narkoba atau semacamnya. Kemudian bekerjasamalah dengan tempat pendidikan (sekolah atau universitas) mereka menimba ilmu. Cari tahu akan pergaulan yang mereka lakukan di luar rumah bersama teman-temannya. Perhatikan pula berbagai macam tingkah yang sudah terlihat berbeda dari biasanya. Berikan kegiatan-kegiatan baru yang positif agar mereka lebih sibuk dengan kegiatan yang baik. Dan yang terpenting adalah terapkan dan bimbing mereka agar lebih mengetahui nilai-nilai agama lebih dalam.




                                                             Sumber : 1. http://id.wikipedia.org/
                                                                            2. Undang-Undang No. 35 tahun 2009
                                                                            3. http://galihpakuan.depsos.go.id/






Tidak ada komentar:

Posting Komentar