Permasalahan Di Masyarakat
“Menurut Soerjono Soekanto
masalah sosial adalah suatu ketidaksesuaian antara unsur-unsur kebudayaan atau
masyarakat, yang membahayakan kehidupan kelompok sosial. Jika terjadi bentrokan
antara unsur-unsur yang ada dapat menimbulkan gangguan hubungan sosial seperti
kegoyahan dalam kehidupan kelompok atau masyarakat.
Masalah sosial muncul akibat terjadinya perbedaan yang
mencolok antara nilai dalam masyarakat dengan realita yang ada. Adanya masalah
sosial dalam masyarakat sebenarnya adalah tanggung jawab sebuah lembaga yang
memiliki kewenangan khusus seperti tokoh masyarakat, pemerintah, organisasi
sosial, musyawarah masyarakat, dan lain sebagainya.
Masalah sosial dikategorikan menjadi 4 jenis faktor,
yaitu:
1. Faktor Ekonomi : Kemiskinan, pengangguran, dll.
2. Faktor Budaya : Perceraian, kenakalan remaja, dll.
3. Faktor Biologis : Penyakit menular, keracunan makanan, dsb.
4. Faktor Psikologis”1
Banyak masalah sosial yang terjadi di masyarakat,
salah satu contohnya adalah masalah pergaulan remaja yang sudah condong dalam
pergaulan negatif. Seperti halnya penggunaan narkoba.
“Narkoba adalah singkatan dari narkotika dan
obat/bahan berbahaya. Narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman
atau bukan tanaman, baik sintetis maupun semi sintetis yang dapat menyebabkan
penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa nyeri dan dapat menimbulkan
ketergantungan.”2
Hingga kini penyebaran narkoba sudah hampir tak bisa
dicegah. Mengingat hampir seluruh penduduk dunia dapat dengan mudah mendapat
narkoba dari oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab, hal ini bisa membuat
para orang tua, ormas,pemerintah khawatir akan penyebaran narkoba yang begitu
meraja rela. Upaya pemberantas narkoba pun sudah sering dilakukan namun masih
sedikit kemungkinan untuk menghindarkan narkoba dari kalangan remaja maupun
dewasa, bahkan anak-anak usia SD dan SMP. Maka dari itu ini salah satu yang
menjadi alasan bagi kita untuk khawatir karena mengancam masa depan generasi
muda . Karena efek yang ditimbulkan oleh narkoba sangat banyak dan begitu
besar, seperti:
- Halusinogen, yaitu efek dari narkoba yang dapat mengakibatkan seseorang menjadi ber-halusinasi,
- Stimulan, yaitu efek dari narkoba yang dapat mengakibatkan kerja organ tubuh seperti jantung dan otak lebih cepat dari biasanya,
- Depresan, yaitu efek dari narkoba yang dapat menekan sistem syaraf pusat dan mengurangi aktivitas fungsional tubuh dan membuat pemakai akan merasa lebih tenang,
- Adiktif, yaitu efek dari narkoba yang dapat menimbulkan kecanduan.
Jika terlalu lama dan sudah ketergantungan narkoba
membuat organ
dalam tubuh akan rusak dan jika sudah melebihi takaran maka pengguna itu akan
overdosis dan akhirnya mengakibatkan kematian.
“Berdasarkan data Badan Narkotika Nasional (BNN),
kasus pemakaian narkoba oleh pelaku dengan tingkat pendidikan SD hingga tahun
2007 berjumlah 12.305. Data ini begitu mengkhawatirkan karena seiring dengan
meningkatnya kasus narkoba (khususnya di kalangan usia muda dan anak-anak,
penyebaran HIV/AIDS semakin meningkat dan mengancam. Penyebaran narkoba menjadi
makin mudah karena anak SD juga sudah mulai mencoba-coba mengisap rokok. Tidak
jarang para pengedar narkoba menyusup zat-zat adiktif (zat yang menimbulkan
efek kecanduan) ke dalam lintingan tembakaunya. Dapat juga dikatakan bahwa
Indonesia adalah Negara pengedar Narkoba terbesar .”3
Dalam hal ini lingkungan keluarga atau orang tua,
merupakan salah satu tempat yang efektif untuk menghalau remaja menggunakan
narkoba. Hal ini karena orang tua merupakan sekolah pertama anak sebelum terjun
ke masyarakat.
Dengan cara memberikan perhatian lebih kepada
anak, orang tua juga tak selayaknya membuat jarak dengan anaknya. Ciptakan
hubungan harmonis dalam keluarga. Setidaknya jelaskan kepada mereka akan bahaya
narkoba dan efek yang ditimbulkan cepat atau lambat. Jadikan keluarga sebagai
tempat ternyaman dalam berbagi masalah. Selain itu orangtua juga harus lebih
dulu memberi teladan dan contoh untuk tidak mengenal bahkan menggunakan narkoba
atau semacamnya. Kemudian bekerjasamalah dengan tempat pendidikan (sekolah atau
universitas) mereka menimba ilmu. Cari tahu akan pergaulan yang mereka lakukan
di luar rumah bersama teman-temannya. Perhatikan pula berbagai macam tingkah
yang sudah terlihat berbeda dari biasanya. Berikan kegiatan-kegiatan baru yang
positif agar mereka lebih sibuk dengan kegiatan yang baik. Dan yang terpenting
adalah terapkan dan bimbing mereka agar lebih mengetahui nilai-nilai agama
lebih dalam.
2.
Undang-Undang No. 35 tahun 2009
Tidak ada komentar:
Posting Komentar